Dukungan Anggota DPR RI terhadap Penurunan Tarif Aplikator Ojek Online

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menunjukkan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam upaya menurunkan potongan tarif aplikator ojek online (ojol) menjadi di bawah 10 persen. Ia mengingatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera menindaklanjuti arahan tersebut melalui revisi Peraturan Menteri (Permen).

“Perjuangan kami di Komisi V bersama teman-teman ojol akhirnya didengar oleh Presiden Prabowo. Kementerian Perhubungan harus segera menindaklanjuti arahan Presiden tersebut dengan merevisi Peraturan Menteri,” ujar Sofwan Dedy kepada wartawan, Minggu (3/5).

Ia menyambut baik tuntutan para pengemudi ojol yang akhirnya direspons oleh pemerintah. Ia memastikan bahwa Komisi V DPR akan terus memantau implementasi kebijakan tersebut.

Menurutnya, revisi Peraturan Menteri merupakan indikator awal keseriusan pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden. “Sebagai anggota Komisi V, saya akan proaktif memonitor apakah arahan Presiden ini ditindaklanjuti oleh Kemenhub dan aplikator ojek online atau tidak? Indikatornya sederhana, dimulai dari revisi Peraturan Menteri,” tegasnya.

Presiden Prabowo Mengumumkan Penurunan Potongan Tarif Ojol

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa potongan komisi aplikator ojek online telah dipangkas menjadi 8 persen, turun dari sebelumnya sebesar 20 persen. Hal ini menjadi bagian dari komitmen Prabowo untuk menerapkan potongan komisi di bawah 10 persen.

Menurutnya, para pengemudi ojol merupakan pekerja yang setiap hari mempertaruhkan keselamatan di jalan raya. Oleh karena itu, mereka layak mendapatkan perlindungan dan pembagian pendapatan yang lebih adil.

“Saudara-saudara, ojol kerja keras, ojol mempertaruhkan jiwanya tiap hari. Ojol aplikator perusahaan minta disetor 20 persen. Gimana ojol setuju 20 persen? Bagaimana 15 persen? Berapa? 10 persen? Saya katakan di sini saya tidak setuju 10 persen, harus di bawah 10 persen,” ujar Prabowo dalam acara Perayaan Hari Buruh May Day di Monas, Jakarta, Jumat (1/5).

Kritik Keras terhadap Perusahaan Aplikasi Ojol

Prabowo bahkan melontarkan kritik keras kepada perusahaan aplikasi yang dinilai terlalu banyak mengambil keuntungan dari jerih payah pengemudi. Ia menegaskan bahwa aplikator ojol harus mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.

“Enak aje, lu yang keringat dia yang dapat duit, sori aje. Kalau enggak mau ikut aturan kita, tidak usah berusaha di Indonesia,” pungkasnya.

Tindak Lanjut dan Harapan Masa Depan

Dengan penurunan potongan tarif ojol, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada para pengemudi. Peningkatan kesejahteraan pengemudi ojol menjadi prioritas utama dalam kebijakan pemerintah saat ini.

Sofwan Dedy juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Kemenhub, dan aplikator ojol dalam mewujudkan kebijakan ini. Ia berharap, kebijakan ini bisa menjadi awal dari perbaikan sistem transportasi online yang lebih adil dan transparan.

Langkah Selanjutnya

Komisi V DPR RI akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan ini. Diharapkan, revisi Peraturan Menteri dapat segera dilakukan sebagai langkah awal dalam mewujudkan komitmen Presiden Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat regulasi terkait ojol agar lebih efektif dalam melindungi hak-hak pengemudi. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya sekadar wacana, tetapi benar-benar berdampak nyata pada kehidupan para pengemudi ojol.

By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.