Penjelasan dari Kepala Bakom Mengenai Tudingan terhadap Seskab

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, mengenai tudingan tidak berdasar terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Qodari menyatakan bahwa pernyataan Amien Rais tersebut tidak didasarkan pada fakta yang valid dan bersifat manipulatif.

“Saya prihatin setelah melihat video Pak Amien Rais itu. Prihatinnya adalah karena Pak Amien Rais, sebagai tokoh, akademisi, dan profesor doktor, menjadi korban hoaks,” ujar Qodari kepada wartawan, Minggu (3/5).

Menurut Qodari, tudingan terhadap Teddy muncul dari interpretasi yang salah atas sebuah konten video di media sosial yang berisi lagu berjudul “Aku Bukan Teddy”. Konten tersebut kemudian disalahpahami sebagai pernyataan autentik.

“Dasar penilaian atau tudingan bahwa Pak Seskab, Pak Teddy adalah gay berasal dari sebuah akun yang berisi lagu Aku Bukan Teddy, yang dianggap oleh Pak Amien Rais bahwa yang menyanyi itu adalah Ibu Titiek (Soeharto),” jelasnya.

Qodari menegaskan bahwa video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan karena tidak memiliki sumber yang autentik. Ia memastikan bahwa penyanyi dalam video itu bukanlah Titiek Soeharto, sementara gambar yang ditampilkan hanyalah kolase dari berbagai sumber yang tidak berkaitan langsung dengan isi lagu.

Ia juga menjelaskan bahwa konten tersebut mencantumkan keterangan sebagai materi hiburan, bukan fakta. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi informasi di ruang digital.

Bahaya Hoaks di Era Media Sosial

Lebih lanjut, Qodari menyatakan bahwa kasus ini merupakan contoh nyata bahaya hoaks di era media sosial, termasuk yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini bisa menyesatkan dan bahkan menyasar tokoh publik.

“Ini contoh dari bahaya hoaks dalam medsos, bahaya dari AI, bagaimana seorang tokoh sepintar dan sesenior seperti Pak Amien Rais bisa menjadi korban hoaks. Jadi, pernyataan dari Pak Amien Rais tentang Pak Teddy itu dasarnya hoaks,” pungkasnya.

Kesimpulan

Dalam situasi yang semakin kompleks dengan maraknya informasi di media sosial, penting bagi masyarakat untuk selalu memverifikasi sumber informasi sebelum menyebarkannya. Dengan adanya teknologi AI yang semakin canggih, kehati-hatian dan kesadaran akan hoaks menjadi sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan kebenaran dalam berita.

By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.