Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada hari Sabtu (2/5). Dalam pertemuan tersebut, beberapa isu penting dibahas, termasuk aspirasi buruh dan peran perguruan tinggi dalam membangun daerah masing-masing. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa rapat ini juga membahas berbagai aspirasi yang disampaikan oleh serikat pekerja dari berbagai daerah.
Beberapa poin utama yang dibahas mencakup penyampaian aspirasi dari serikat pekerja seluruh Indonesia. Meski belum ada penjelasan lebih rinci mengenai masukan buruh yang dibahas dalam rapat, dalam pidatonya pada Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Prabowo mengumumkan beberapa kebijakan penting.
Dalam pidato tersebut, Prabowo mengungkapkan rencana Peraturan Presiden untuk memangkas potongan aplikator ojek online, menjanjikan kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan tenor hingga 40 tahun bagi para pekerja, serta merampungkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.
Rapat terbatas ini juga membahas isu-isu seperti pertahanan, keamanan, pendidikan, dan hilirisasi. Terkait pendidikan, fokusnya adalah dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Sementara itu, pembahasan tentang hilirisasi berkaitan dengan penguatan kepentingan masyarakat.
Selain itu, aspek pertahanan dan keamanan menjadi bagian dari diskusi dalam menjaga stabilitas negara di tengah dinamika geopolitik global. Hal ini disampaikan melalui akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia.
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:
* Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
* Menteri Luar Negeri Sugiono
* Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
* Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo
* Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (TNI) Maruli Simanjuntak
* Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal (TNI) Tonny Harjono
* Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (TNI) Muhammad Ali
Selain itu, hadir pula:
* Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita
* Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra
* Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
* Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya
Rapat ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani berbagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat dan stabilitas nasional. Dengan partisipasi berbagai instansi dan lembaga terkait, harapan besar diarahkan agar kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak positif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
