Kejutan dan Pesan Politik di Coachella 2024
Coachella 2024 menjadi ajang yang penuh dengan kejutan dan pesan-pesan penting dari para musisi. Salah satu yang menarik perhatian adalah comeback Justin Bieber setelah vakum selama empat tahun, yang oleh banyak orang dinilai sebagai penampilan yang kurang maksimal. Di sisi lain, penampilan grup K-pop asal Korea Selatan, Big Bang, mendapat julukan “Bigbangchella” dari netizen karena antusiasme yang luar biasa. Sementara itu, Sabrina Carpenter tampil spesial bersama Madonna, dan The Strokes memperoleh perhatian besar setelah memutar video penyerangan terhadap universitas di Gaza saat memainkan lagu Oblivius.
The Strokes seakan ingin menyampaikan pesan kepada ribuan penonton yang hadir langsung maupun yang menyaksikan secara streaming. Mereka menunjukkan bahwa di saat dunia sedang merayakan hiburan dan kesenangan festival, masih ada bagian dunia yang mengalami konflik dan penderitaan. Dalam momen tersebut, Julian Casablancas, vokalis The Strokes, bertanya kepada semua orang, “What side are you standing on?” Ini menjadi pertanyaan yang cukup kuat dan menggugah pikiran.
Fenomena seperti ini bukanlah hal baru. Band seperti Rage Against the Machine dikenal vokal dalam menyuarakan isu-isu politik. Di Indonesia, Iwan Fals sering kali menggunakan karyanya untuk mengkritik pemerintah, sementara Pandji Pragiwaksono juga tidak segan menyentil pemerintah melalui panggung stand-up comedy. Semakin hari, semakin banyak performer yang mulai menunjukkan sikap politik mereka melalui karya dan panggung.
Peran Performer dalam Menyuarakan Pandangan Politik
Dalam episode terbaru Suar Akademia, kami mengundang Akhmad Saputra Syarif, seorang peneliti dari Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia, untuk membahas tentang bagaimana seorang performer atau seniman dapat menyuarakan pandangan politik mereka.
Putra berpendapat bahwa maraknya artis dan selebriti yang menyampaikan pandangan politik melalui panggung merupakan hal yang positif. Menurutnya, setiap individu memiliki hak dan kewajiban untuk memiliki pandangan politik, terlebih bagi warga negara demokrasi. Dari sudut pandang Social Identity Theory, tindakan yang dilakukan oleh The Strokes maupun Pandji Pragiwaksono merupakan bentuk tindakan kolektif, yaitu tindakan yang dilakukan untuk meningkatkan status kelompok ketika mereka merasa terancam. Hal ini menjadikan penyampaian pandangan politik dari atas panggung sebagai sesuatu yang penting, karena memberikan dampak pada perluasan aspirasi politik.
Efektivitas Panggung Hiburan dalam Menyampaikan Pesan Politik
Penggunaan panggung hiburan sebagai tempat menyampaikan pandangan politik dianggap sangat efektif. Bukan hanya menuntut daya kognitif, tetapi juga masuk ke ranah afeksi, melibatkan emosi, musik, visualisasi, humor, hingga percakapan yang jarang terdengar di ranah politik. Hal ini disebut Peripheral Route Persuasion, yaitu saat dimana persuasi masuk secara santun. Dalam kondisi seperti ini, penonton cenderung lebih mudah menerima pesan karena berada dalam keadaan lowered resistance, sehingga pesan yang disampaikan terasa nyaman dan mudah diterima.
Kesimpulan
Penyampaian pandangan politik melalui panggung hiburan bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi alat efektif untuk menyampaikan pesan penting kepada publik. Dengan kombinasi emosi, musik, dan visualisasi, pesan-pesan politik bisa lebih mudah diterima dan menciptakan dampak yang signifikan. Semakin banyak performer yang mulai menunjukkan sikap politik mereka, semakin penting peran mereka dalam membuka ruang diskusi dan kesadaran politik di kalangan masyarakat.
Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.
