Tantangan dan Peluang KEK di Tengah Dinamika Global

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi KEK di Indonesia, terutama dalam konteks gejolak geopolitik dan konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, saat ini investor cenderung lebih selektif dalam melakukan ekspansi, karena keputusan investasi semakin hati-hati akibat kondisi permintaan global, arah kebijakan ekonomi negara-negara, serta volatilitas nilai tukar dan suku bunga global.

Selain itu, disrupsi pada rantai pasok global juga menjadi tantangan besar yang memengaruhi biaya logistik dan produksi. Hal ini turut memengaruhi perhitungan kelayakan investasi, termasuk di KEK. Di sisi lain, persaingan antarnegara dalam menarik investasi semakin ketat, dengan berbagai negara menawarkan insentif dan kemudahan regulasi yang kompetitif untuk menarik relokasi industri global.

Namun, Rizal menjelaskan bahwa tantangan ini juga membuka peluang bagi Indonesia. KEK memiliki posisi strategis untuk menangkap relokasi industri global dengan menawarkan kombinasi insentif, kemudahan berusaha, serta potensi pasar domestik yang besar.

Insentif yang Kompetitif

Dari sisi fiskal, Indonesia menawarkan berbagai fasilitas menarik seperti tax holiday dan tax allowance terhadap PPh badan, pembebasan bea masuk dan PPN, serta berbagai fasilitas fiskal lainnya. Sementara dari sisi non-fiskal, KEK didukung oleh kemudahan perizinan melalui pelayanan satu pintu, kebijakan khusus di bidang ketenagakerjaan, pertanahan, dan lain-lain.

Namun, ia menekankan bahwa daya saing KEK tidak hanya ditentukan oleh desain insentif dan kebijakan di atas kertas, melainkan juga implementasi dan ekosistem investasi secara keseluruhan. KEK terus melakukan perbaikan berkelanjutan pada aspek kebijakan, layanan, integrasi dengan rantai pasok global, serta kesiapan SDM, teknologi, dan infrastruktur.

Daftar KEK di Seluruh Indonesia

Saat ini telah terdapat 25 KEK yang tersebar dari ujung Barat hingga Timur Indonesia, antara lain:

  • 13 KEK Industri:
  • KEK Arun Lhokseumawe
  • KEK Sei Mangkei
  • KEK Tanjung Sauh
  • KEK Galang Batang
  • KEK Kendal
  • KEK Industropolis Batang
  • KEK Gresik
  • KEK Setangga
  • KEK Palu
  • KEK Bitung
  • KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)
  • KEK Morotai
  • KEK Sorong

  • 6 KEK Pariwisata:

  • KEK Mandalika
  • KEK Tanjung Kelayang
  • KEK Tanjung Lesung
  • KEK Likupang
  • KEK Lido
  • KEK Kura Kura Bali

  • 2 KEK Kesehatan:

  • KEK Sanur di Bali
  • KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Kepulauan Riau

  • 1 KEK Digital:

  • KEK Nongsa di Kepulauan Riau

  • 2 KEK Pendidikan dan Teknologi:

  • KEK Singhasari di Jawa Timur
  • KEK Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional Banten di Banten

  • 1 KEK jasa lainnya:

  • KEK Batam Aero Technic di Kepulauan Riau

Realisasi Investasi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Hingga akhir tahun 2025, KEK berhasil mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp336 triliun yang berasal dari 407 badan usaha dan pelaku usaha di KEK. Dari aktivitas tersebut, KEK telah menyerap tenaga kerja sebanyak 249.072 orang.

Khusus untuk 2025, realisasi investasi di 25 KEK mencapai Rp82,6 triliun atau 98% dari target yang telah ditetapkan. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja mencapai 88.541 orang.

By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.