Kritik Tajam terhadap Pernyataan yang Menyeret Kehidupan Pribadi Pejabat Negara

Seorang praktisi hukum sekaligus tokoh politik nasional, Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LL.M.(HBL), memberikan kritik tajam terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Amien Rais. Pernyataan tersebut menyoroti kehidupan pribadi dari Sekretaris Kabinet (Seskab), Letkol Inf Teddy Indra Wijaya.

Hillary menilai bahwa narasi yang disampaikan telah melampaui batas etika publik dan secara berbahaya membawa institusi kepresidenan ke dalam pusaran spekulasi yang tidak bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa pernyataan tersebut bukan lagi bagian dari demokrasi yang sehat, melainkan upaya pembodohan publik yang mencederai martabat negara.

Menurutnya, ada garis demarkasi yang jelas antara kritik terhadap kinerja dan serangan personal yang tak berdasar. “Ini bukan lagi kritik, ini serangan yang tidak berdasar. Kita semua sepakat bahwa kritik itu penting dalam demokrasi, tetapi ketika tuduhan dilempar tanpa bukti yang jelas, itu berubah menjadi fitnah,” ujarnya dengan tegas.

Ia juga menyayangkan sikap tokoh sekaliber Amien Rais yang seharusnya memfilter informasi sebelum dikonsumsi khalayak luas. Hillary menekankan bahwa figur publik memiliki tanggung jawab besar sebagai penjaga kualitas informasi, bukan justru menjadi sumber spekulasi yang meracuni ruang publik dengan asumsi yang tidak terverifikasi.

Persoalan ini dinilai semakin fatal karena menyeret nama Presiden ke dalam urusan pribadi seorang perwira menengah TNI yang tengah mengabdi sebagai pejabat negara. “Ketika isu pribadi seorang pejabat dikaitkan dengan Presiden, yang dipertaruhkan bukan lagi sekadar nama individu, melainkan kehormatan institusi negara. Pola seperti ini harus dihentikan,” katanya dengan lugas.

Hillary menantang pihak-pihak yang menyebarkan narasi tersebut untuk membuktikan ucapannya secara jantan. “Jika tidak ada dasar yang dapat dipertanggungjawabkan, langkah yang paling ksatria adalah melakukan klarifikasi terbuka atau menarik pernyataan tersebut. Ini adalah masalah integritas,” tambahnya.

Sebagai sosok yang pernah berinteraksi langsung dengan sistem kerja di Sekretariat Kabinet, Hillary memberikan kesaksian nyata untuk mematahkan tudingan miring terhadap Letkol Teddy. “Saya saksi hidup bagaimana gerak cepat Seskab dalam menangani laporan masyarakat. Salah satunya adalah kasus ketidakadilan yang menimpa seorang anak dari wilayah perbatasan, yang akhirnya mendapatkan keadilan berkat respons cepat beliau,” ungkap Hillary.

Pesan Keras bagi Para Aktor Politik

Menutup pernyataannya, Hillary memberikan pesan keras bagi para aktor politik agar tetap menjaga kompas moral dalam berkompetisi. “Apabila ada persaingan politik, berlomba-lombalah dalam membantu masyarakat. Jangan sampai ketidakmampuan bersaing secara sehat membuat kita kehilangan hati nurani. Kritik itu membangun negara, tetapi fitnah hanyalah pembodohan publik,” pungkasnya.

By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.