Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kota Medan

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Medan tidak hanya menjadi momen tahunan, tetapi juga menjadi ajang untuk menyuarakan harapan besar tentang pendidikan yang lebih adil dan inklusif. Di balik perayaan ini, terdapat semangat untuk memastikan bahwa setiap anak tidak lagi mengalami putus sekolah dan masyarakat memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kota Medan, yang dipimpin oleh Rico Tri Putra Bayu Waas dan Zakiyuddin Harahap, menegaskan bahwa pendidikan adalah hak dasar yang harus bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Momentum Hardiknas 2026 menjadi titik awal bagi lahirnya kebijakan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Medan, Tia Ayu Anggraini, menilai bahwa Hardiknas seharusnya menjadi momentum penting untuk memastikan tidak ada lagi hambatan dalam akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah dan harus diwujudkan secara nyata.

Salah satu langkah konkret yang patut diapresiasi adalah program tebus ijazah yang dijalankan oleh Pemko Medan. Program ini dinilai menjadi solusi bagi banyak warga yang selama ini terhambat melangkah karena ijazah mereka tertahan di sekolah akibat masalah biaya. Banyak masyarakat gagal melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan hanya karena tidak bisa mengambil ijazah.

Program tebus ijazah ini sangat relevan dengan semangat Hardiknas. Dengan program tersebut, banyak masyarakat yang sebelumnya tidak bisa melamar pekerjaan atau melanjutkan studi kini memiliki kesempatan untuk melangkah lebih jauh. Berdasarkan data capaian pemerintah, program ini telah membantu penebusan ratusan ijazah dari berbagai jenjang pendidikan, membuka kembali jalan bagi warga untuk bekerja maupun melanjutkan studi.

Tia Ayu Anggraini mendukung agar program ini terus diperluas dan disosialisasikan secara masif, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaatnya. Menurutnya, kolaborasi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci agar kebijakan seperti ini tidak berhenti sebagai program, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Dengan sinergi antara pemerintah dan lembaga legislatif, harapan menghadirkan pendidikan yang merata di Kota Medan bukan lagi sekadar wacana melainkan perlahan menjadi kenyataan, sejalan dengan semangat Hardiknas 2026.

Upacara Peringatan Hardiknas 2026 di Kota Medan

Sebelumnya, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang berlangsung di UPT SMP Negeri 1 Medan, Sabtu (2/5/2026). Wali Kota Medan, Bapak Tri Putra Bayu Waas, hadir secara langsung dan bertindak sebagai Pembina Upacara.

Momentum peringatan tahun ini tampil dengan nuansa keberagaman, di mana ratusan peserta yang terdiri dari Guru serta Kepala Sekolah TK/PAUD, SD, dan SMP se-Kota Medan hadir mengenakan busana khas daerah yang beragam. Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kebhinekaan dalam dunia pendidikan.

Rico Tri Putra Bayu Waas menyampaikan bahwa melalui semangat Hardiknas, masyarakat harus terus berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi mewujudkan generasi emas yang cerdas dan berkarakter di Kota Medan. Ia menekankan pentingnya partisipasi semesta dalam membangun pendidikan bermutu untuk semua.

By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.