Bank Mandiri Berkomitmen Membangun Generasi Muda yang Mandiri

Momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi momen penting bagi Bank Mandiri untuk menegaskan visinya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara finansial. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, literasi keuangan bukan lagi sekadar tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang harus ditanamkan sejak dini.

Bank Mandiri menyadari bahwa masa depan bangsa tidak cukup ditopang oleh akses pendidikan semata, tetapi juga oleh kemampuan generasi mudanya dalam mengelola keuangan dengan bijak. Karena itu, perseroan mengambil peran lebih luas sebagai enabler—menghadirkan solusi yang menyentuh langsung pembentukan karakter dan pola pikir pelajar Indonesia.

Melalui Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel), Bank Mandiri menghadirkan lebih dari sekadar produk perbankan. SimPel menjadi pintu awal bagi pelajar untuk mengenal dunia keuangan secara nyata—belajar menabung, memahami nilai uang, hingga membangun disiplin finansial yang akan menjadi bekal penting di masa depan.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menciptakan dampak berkelanjutan. Menurutnya, inklusi keuangan harus dibangun bersamaan dengan literasi agar manfaatnya benar-benar terasa.

“Melalui Tabungan SimPel, kami ingin menghadirkan pengalaman finansial pertama yang bermakna bagi pelajar. Bukan hanya membuka rekening, tetapi membangun kebiasaan dan cara berpikir yang akan membentuk masa depan mereka,” ujarnya.

Kinerja program ini menunjukkan tren yang semakin menguat. Hingga akhir 2025, jumlah rekening SimPel Bank Mandiri telah mencapai 928 ribu, tumbuh hampir 20 persen secara tahunan. Rata-rata pertumbuhan tahunan selama lima tahun terakhir juga konsisten, mencerminkan semakin tingginya minat pelajar untuk terlibat dalam sistem keuangan formal.

Memasuki 2026, angka tersebut terus meningkat. Per Maret, jumlah rekening telah mencapai 966 ribu dengan total saldo Rp 354 miliar. Rata-rata saldo Rp 366 ribu per rekening menjadi sinyal positif bahwa kebiasaan menabung mulai mengakar di kalangan pelajar.

Menariknya, mayoritas nasabah berasal dari jenjang SMA dengan proporsi 64 persen. Hal ini menegaskan bahwa fase remaja merupakan titik krusial dalam pembentukan kesadaran finansial. Sementara itu, Jawa Timur menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar, mencerminkan luasnya jangkauan program di berbagai daerah.

Namun bagi Bank Mandiri, angka hanyalah bagian kecil dari cerita. Dampak sesungguhnya terletak pada perubahan pola pikir. Oleh karena itu, program SimPel diperkuat dengan berbagai inisiatif literasi keuangan yang dirancang aplikatif, kontekstual, dan berbasis kebutuhan generasi muda.

Sepanjang 2025, program literasi telah menjangkau lebih dari 1.000 mahasiswa di berbagai daerah, termasuk di wilayah timur Indonesia seperti Merauke dan Gorontalo. Pada 2026, program “Mandirian Mengajar” semakin diperluas dengan menjangkau hampir 10 ribu peserta, serta mencatat peningkatan pemahaman hingga 47 persen.

Tak hanya fokus pada edukasi, Bank Mandiri juga hadir melalui aksi nyata di lapangan. Sebanyak 27 sekolah telah direnovasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan belajar, mulai dari perbaikan infrastruktur dasar hingga penyediaan fasilitas belajar yang lebih layak. Kehadiran Pojok Baca di sekolah-sekolah tersebut menjadi langkah konkret dalam mendorong budaya literasi.

Di sisi lain, dukungan terhadap akses pendidikan juga terus diperluas melalui penyaluran 267 beasiswa serta distribusi perlengkapan sekolah. Lebih dari 26 ribu paket tas telah disalurkan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk untuk wilayah terdampak bencana dan kegiatan sosial nasional.

Pada momentum Hardiknas tahun ini, Bank Mandiri kembali mempertegas komitmennya dengan menargetkan distribusi lebih dari 2.800 paket tas sekolah di 12 region. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesiapan yang sama untuk belajar dan berkembang.

Seluruh inisiatif tersebut dirancang dalam satu ekosistem terpadu—menggabungkan akses keuangan, edukasi, serta kontribusi sosial dalam satu visi besar. Bank Mandiri percaya bahwa masa depan tidak dibangun secara instan, tetapi melalui proses panjang yang dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

Dengan semangat Hardiknas, Bank Mandiri terus melangkah sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi unggul—generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mandiri, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

“Setiap rekening yang dibuka adalah awal dari perjalanan. Dan bagi kami, itu adalah investasi untuk masa depan Indonesia,” tutup Adhika. ***


By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.