Peran Vital Kilang Plaju dalam Perekonomian Sumatra Selatan

Kilang Plaju, sebagai salah satu kilang pengolahan migas dan petrokimia yang masih beroperasi secara optimal di Indonesia, terus menunjukkan perannya sebagai penggerak utama perekonomian di wilayah Sumatra Selatan. Bukan hanya sebagai unit produksi energi, kilang ini juga menjadi tulang punggung kebutuhan masyarakat dan industri akan produk BBM, BBK, hingga petrokimia.

Kontribusi Finansial yang Signifikan

Hingga periode tahun berjalan (year to date/YTD) 2025, Kilang Plaju telah memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah melalui pembayaran pajak dan retribusi. Hal ini disampaikan oleh General Manager RU III PT Pertamina Patra Niaga, Khabibullah Khanafie, dalam Forum Bisnis Daerah (Forbisda) yang digelar Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatra Selatan.

Kontribusi finansial ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam mendanai pembangunan infrastruktur dan layanan publik di Sumatra Selatan. Dengan demikian, Kilang Plaju tidak hanya berperan dalam sektor energi, tetapi juga dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Pemberdayaan Tenaga Kerja dan Vendor Lokal

Selain kontribusi pajak, operasional Kilang Plaju menciptakan efek domino ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Kilang ini memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ribu barel per hari, atau menyumbang sekitar 12 persen dari total kapasitas kilang nasional milik Pertamina.

Keberadaan kilang ini merupakan kunci distribusi energi di area Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Berdasarkan pola distribusi saat ini, Kilang Plaju menjadi sumber pasokan utama (source supply) bagi jaringan Integrated Terminal (BBM & LPG) di Palembang (Kertapati & Pulau Layang), serta menyuplai berbagai Fuel Terminal strategis mulai dari Lubuk Linggau, Baturaja, Lahat, hingga melintasi provinsi ke Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Saat ini, terdapat 919 pekerja organik yang didukung oleh tenaga kerja mitra sebanyak 409 orang dan tenaga kontrak dengan volume lebih dari 1.000 orang, yang mayoritas merupakan warga asli Sumatra Selatan.

Libatkan Pengusaha Lokal dalam Rantai Pasok

Kilang Plaju juga berkomitmen memajukan usaha lokal dengan melibatkan 801 vendor lokal dari wilayah Sumbagsel dalam rantai pasoknya. Hal ini menunjukkan keberpihakan perusahaan pada penguatan pengusaha daerah.

Melalui Pilar Sosial dan Lingkungan

Melalui program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan, Kilang Plaju telah menyentuh kehidupan masyarakat dengan 4.500 jiwa penerima manfaat. Program-program unggulan seperti Mitra Binaan, Pengelolaan UMKM, hingga Program Kampung Iklim Lestari menjadi bukti komitmen Pertamina dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas operasional dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.




By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.