Prestasi Menggembirakan dari Siswa SMAMDA Sidoarjo
Siswa-siswa dari SMA Muhammadiyah 2 (SMAMDA) Sidoarjo kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Tiga murid berhasil lolos ke Universitas Al-Azhar, salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di dunia yang berlokasi di Kairo, Mesir.
Ketiga siswa tersebut adalah Andhika Naufal Bagaskara dan Arif Rahman Khabibullah yang diterima di Fakultas Ushuluddin, serta Saif Habibulloh Amin di Fakultas Syari’ah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa SMAMDA Sidoarjo memiliki program pembinaan yang sangat baik dalam membantu siswanya meraih kesuksesan di luar negeri.
Wakil Kepala Sekolah bidang ISMUBA SMAMDA Sidoarjo, Fuad Syukri Zein, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang dan pembinaan intensif yang dilakukan oleh sekolah. Ia mengatakan bahwa program menuju Al-Azhar dimulai dari seleksi berbasis kemauan kuat murid. Yang utama adalah keinginan untuk belajar di Timur Tengah.
“Awalnya hanya dua siswa yang mengikuti program karantina. Namun, dalam prosesnya satu siswa lain bergabung karena memiliki tekad yang sama kuat. Pembinaan dilakukan secara intensif hingga tiga kali dalam sepekan, baik di sekolah maupun di rumah,” jelas Fuad.
Ia menambahkan bahwa salah satu siswa, Andhika, mendapatkan pembinaan lebih lama karena tidak berasal dari latar belakang pondok pesantren. “Dengan persiapan berbulan-bulan serta dukungan orang tua, Alhamdulillah mereka bisa lolos,” katanya.
Proses Seleksi yang Ketat
Dalam proses seleksi, kemampuan bahasa Arab menjadi faktor utama. Setiap calon mahasiswa diwajibkan mengikuti tes bahasa untuk menentukan level kemampuan. “Tes bahasa ini sangat menentukan. Karena itu, penguatan bahasa Arab menjadi fokus utama pembinaan,” jelas Fuad.
Selain kemampuan bahasa, ketiga siswa tersebut juga memiliki hafalan Al-Qur’an antara 7 hingga 18 juz yang menjadi nilai tambah. Mereka berhasil mencapai level tertinggi (level 6) dalam seleksi, meskipun nantinya tetap akan menjalani pembinaan lanjutan di Mesir.
Fuad menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan menuntut ilmu di luar negeri. “Ini baru awal. Tantangan di sana tentu lebih besar,” ujarnya.
Beasiswa Penuh dan Tanggung Jawab Pribadi
Ketiga siswa tersebut mendapatkan beasiswa penuh untuk biaya pendidikan dari Universitas Al-Azhar. Sementara itu, kebutuhan hidup selama di Mesir, seperti tempat tinggal dan konsumsi, menjadi tanggungan pribadi. Dengan demikian, mereka harus siap menghadapi tantangan finansial selama menjalani studi di luar negeri.
Prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain di SMAMDA Sidoarjo untuk terus berusaha dan meraih impian mereka. Dengan dukungan penuh dari guru dan orang tua, serta komitmen yang kuat, siswa-siswa SMAMDA dapat menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan siswa-siswa dari sekolah-sekolah lain di tingkat nasional maupun internasional.
