Pemerintah Persiapkan Regulasi KEK Sektor Keuangan di Bali
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah sedang mematangkan regulasi terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan. Rencananya, KEK tersebut akan berada di Kura Kura, Denpasar, Bali. Dalam kunjungannya ke KEK Kura Kura di Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, Airlangga menjelaskan bahwa rencana pembentukan pusat keuangan tersebut dibahas khusus oleh Danantara.
“Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC (International Financial Center)? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara,” ujar Airlangga.
Regulasi yang sedang dipersiapkan ini akan menjadi dasar pembentukan KEK sektor keuangan yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan. Kebutuhan tersebut mencakup skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global. Tujuan dari KEK ini adalah untuk membuatnya mirip dengan fasilitas yang ada di Dubai International Financial Centre (DIFC), sehingga mampu menarik arus investasi ke Indonesia.
Di tengah perubahan lanskap geopolitik global, Bali semakin relevan sebagai destinasi bagi modal internasional yang mencari stabilitas dan kepastian hukum. Dalam kunjungannya, Menko Perekonomian yang juga Ketua Dewan Nasional KEK itu meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan potensial untuk lokasi pusat keuangan khusus.
Bersama Menteri Investasi/Kepala Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi (CEO BPI) Danantara Rosan Roeslani, serta Chief Operating Office (COO) BPI Danantara Dony Oskaria, Menko Perekonomian meninjau realisasi investasi di kawasan tersebut.
Salah satu proyek unggulan di KEK Kura Kura adalah proyek pusat perbelanjaan mewah hasil kerja sama antara pengembang KEK Kura Kura dengan investor asal Jepang, Mitsubishi Estate. Proyek ini direncanakan akan dibuka pada pertengahan 2026.
Lokasi Strategis untuk KEK Sektor Keuangan
Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Kura Kura Bali menjelaskan bahwa lokasi yang tepat untuk KEK Sektor Keuangan adalah di area Knowledge District. Presiden Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tuti Hadiputranto menyatakan bahwa area tersebut dirancang untuk mendukung ekosistem inovasi terintegrasi dengan mengonversi modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Bali.
KEK Kura Kura Bali menyediakan ekosistem pendukung bagi operasional pusat keuangan internasional melalui kehadiran penghubung bisnis bagi program Global Blended Finance Alliance (GBFA), sekolah bisnis, serta jalur investasi di Indonesia. Di kawasan itu juga akan diperkaya dengan Pusat Kewirausahaan dan Inovasi, yang menjadi wadah pendidikan seperti sekolah interkultural ACS Bali, serta pengembangan riset lingkungan pesisir di International Mangrove Research Center (IMRC).
“Kami telah menyiapkan infrastruktur fisik, kelembagaan, dan kemitraan global yang dibutuhkan untuk menjadikan Kura Kura Bali rumah bagi KEK sektor Keuangan Indonesia,” kata Tuti.
Ia menegaskan bahwa KEK Kura Kura Bali bukan sekadar kawasan investasi, melainkan ekosistem hidup yang sudah berjalan serta menjadi mitra strategis pemerintah. Dengan konsep ini, KEK ini diharapkan dapat menjadi pusat keuangan yang mampu menarik minat investor global dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Bali secara keseluruhan.
