Proyeksi Harga Emas Dunia yang Menggemparkan Pasar

Harga emas dunia diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada kuartal II/2026. Meskipun saat ini sedang mengalami fase koreksi, logam mulia ini diperkirakan akan mencapai level baru akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di seluruh dunia.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa secara teknis, ada peluang besar bagi harga emas untuk mencapai level US$5.400 per troy ounce pada kuartal kedua tahun ini. Proyeksi ini juga akan berdampak langsung pada harga logam mulia di dalam negeri, yang diperkirakan akan menyentuh angka Rp3,3 juta per gram.

“Kuartal kedua kemungkinan besar emas dunia bisa mencapai US$5.400 per troy ounce. Sementara itu, logam mulia domestik diperkirakan akan mencapai Rp3,3 juta per gram,” ujar Ibrahim kepada awak media.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Emas

Ibrahim menjelaskan lima faktor utama yang memengaruhi fluktuasi harga emas, yaitu:

  • Faktor geopolitik – Ketegangan global memberikan pengaruh terbesar, hingga 50%.
  • Perpolitikan AS – Perubahan kebijakan di negara adidaya ini sering kali menjadi pemicu volatilitas pasar.
  • Perang dagang – Tensi antar negara dapat memengaruhi permintaan dan pasokan emas.
  • Kebijakan bank sentral global – Kebijakan moneter seperti suku bunga dan inflasi turut memengaruhi nilai emas.
  • Kondisi penawaran dan permintaan – Permintaan dari sektor industri dan investasi menjadi faktor penting.

Saat ini, harga emas dunia sedang mengalami koreksi teknis dan ditutup pada level US$4.616 per troy ounce. Jika tren penurunan berlanjut, emas dunia diperkirakan akan menguji level support pertama di US$4.520 dan support kedua di US$4.389 per troy ounce.

Dampak Koreksi Harga Emas pada Pasar Lokal

Koreksi harga global tersebut juga berdampak pada harga logam mulia fisik di dalam negeri, yang kini berada di level Rp2,79 juta per gram. Level support terdekat untuk logam mulia diperkirakan berada di posisi Rp2,78 juta, dengan potensi penurunan hingga Rp2,75 per gram dalam sepekan ke depan.

Ibrahim menilai bahwa pelemahan harga saat ini justru menjadi momentum strategis bagi para pelaku pasar. Penurunan dianggap sebagai kesempatan terbaik bagi investor besar, pengusaha, maupun masyarakat untuk kembali mengoleksi logam mulia dengan harga yang relatif lebih murah.

Potensi Kenaikan Harga Emas di Masa Depan

Di sisi lain, kenaikan harga emas ke depan diperkirakan dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang berisiko meluas menjadi perang terbuka. Selain itu, adanya perang urat syaraf terkait blokade Selat Hormuz oleh Iran dan Laut Oman oleh AS turut mengganggu stabilitas pasar energi dan komoditas.

“Perang yang terjadi nanti antara Amerika dengan Iran ini yang akan membongkar harga emas dunia itu terbang,” kata Ibrahim.

Kesimpulan

Dengan berbagai faktor yang saling memengaruhi, harga emas dunia tetap menjadi aset yang diminati sebagai alat lindung nilai. Meski saat ini sedang mengalami koreksi, proyeksi kenaikan ke level US$5.400 per troy ounce menunjukkan bahwa emas masih memiliki potensi besar dalam menghadapi ketidakpastian global.

By Adam Nugraha W

H. Adam Nugraha Wiradhana, S.AB adalah Pemimpin Redaksi SuaraPembaruan.com serta Ketua SMSI Banjarmasin. Ia aktif sebagai jurnalis dan bagian dari jajaran redaksi, dengan fokus pada penguatan kualitas pemberitaan serta pengembangan ekosistem pers digital yang profesional, independen, dan berkelanjutan di Indonesia.