Momentum Hari Buruh 1 Mei 2026 di Sulawesi Selatan
Peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei menjadi momen penting bagi para pekerja untuk menyuarakan kondisi ekonomi yang mereka alami. Di Sulawesi Selatan (Sulsel), situasi ekonomi pada tahun 2026 masih dinilai lesu, dengan tekanan inflasi kebutuhan pokok yang tidak diimbangi oleh kenaikan upah layak. Hal ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat yang semakin tertekan.
Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Sulsel, Basri Abbas, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa terdapat kontras yang menyakitkan antara gaya hidup mewah yang dipertontonkan oleh sejumlah pejabat publik dan kesulitan ekonomi yang dialami rakyat. Ia mengecam perilaku pamer kekayaan dan gaya hidup mewah yang dilakukan oleh pejabat di Sulawesi Selatan.
Basri Abbas meminta agar pejabat menghentikan pengadaan fasilitas mewah yang tidak mendesak, serta menunjukkan empati terhadap kesulitan ekonomi masyarakat saat ini. Ia juga menuntut Gubernur dan seluruh Anggota DPRD Provinsi Sulsel untuk fokus pada alokasi anggaran yang berdampak langsung kepada masyarakat, terutama pada program yang bertujuan memperbaiki ekonomi akar rumput seperti UMKM dan sektor informal.
Permintaan KSPSI Sulsel Terkait Regulasi Ketenagakerjaan
Selain itu, Basri Abbas menyoroti pentingnya pengawalan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh. Ia mencatat bahwa dinamika regulasi ketenagakerjaan masih belum memberikan kepastian hukum yang adil bagi pekerja. Oleh karena itu, ia mendesak Gubernur Sulsel Andi Sudirman untuk mengirim rekomendasi ke pemerintah pusat dan DPR RI guna memastikan Revisi UU Ketenagakerjaan menghapuskan sistem outsourcing yang eksploitatif.
Ia juga meminta agar upah minimum ditetapkan berdasarkan standar hidup layak (KHL) yang nyata di lapangan, bukan sekadar angka statistik. Selain itu, pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap perusahaan di Sulsel yang melanggar hak-hak normatif buruh.
Layanan Publik dan Perlindungan Sosial
Di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil, KSPSI Sulsel menilai pemerintah wajib menjamin akses kesehatan, pendidikan, dan transportasi publik yang terjangkau. Mereka juga meminta DPRD Provinsi Sulsel segera melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan PT. Vale Indonesia dikarenakan adanya permasalahan dana saving plan yang dikelola oleh PT. Wana Artah berdasarkan kerjasama antara PT. Vale Indonesia dan PT. Wana Artah. Saat ini, PT. Wana Artah sudah pailit sehingga dana Saving Plan 405 Anggota KSPSI tidak dapat dicairkan.
Peran Buruh dalam Pembangunan Kota Makassar
Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya peran buruh dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Ia menyebut buruh sebagai penggerak ekonomi, khususnya di Kota Makassar. Hal ini disampaikan Munafri saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 (May Day Fest) di Lapangan Karebosi Jl Jenderal Ahmad Yani, Jumat (1/5/2026).
Menurut Munafri, peringatan Hari Buruh tahun ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah, pekerja, dan pelaku usaha. “Buruh adalah elemen penting dalam suatu negara atau masyarakat. Buruh adalah bagian yang harus diperhatikan,” kata Munafri dalam sambutannya.
Ia menilai para pekerja merupakan pejuang yang berjuang demi masa depan keluarga dan keberlangsungan hidupnya. Munafri juga menekankan bahwa buruh memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, terutama di wilayah perkotaan seperti Makassar.
